Sosialisasikan Teknik Perikanan bagi Budi Daya Ikan

faktakalimantan.co.id - SAMPIT - Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur kembali melakukan pendampingan dan sosialisasi teknik perikanan bagi

 Dana CSR Banyak Belum Terarah
Politikus Ini Apresiasi Program TMMD di Daerahnya
Pola Kemitraan Tidak Berjalan Baik Picu Konflik Berkepanjangan

SAMBUTAN : Kadis Perikanan Kotim Heriyanto saat sambutan terkait pendampingan dan sosialisasi teknik perikanan bagi pelaku usaha perikanan di Aula Kecamatan Seranau, Rabu (17/7/2019).

faktakalimantan.co.id – SAMPIT – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur kembali melakukan pendampingan dan sosialisasi teknik perikanan bagi pelaku usaha perikanan di Kecamatan Seranau. Kegiatan ini merupakan yang ke-5 kalinya dilaksanakan dan merupakan yang terakhir dalam rangka untuk merealisasikan program pemberdayaan pelaku usaha perikanan. Kegiatan ini sebelumnya sudah dilaksanakan di Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan dan Kota Besi.

Kadis Perikanan Kotim Heriyanto menjelaskan, sosialisasi ini dilaksanakan selama satu hari di 5 kecamatan.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Dinas Perikanan ini memang program dan warga yang termasuk dalam kelompok perikanan dan sejenisnya sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Apalagi kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha perikanan di bidang teknik perikanan. Tujuannya untuk menjadikan pelaku usaha perikanan yang mandiri, maju dan berdaya saing,” jelasnya, Kamis (18/7/2019).

Apalagi Kecamatan Seranau lokasinya berdekatan dengan pusat kota. Hanya terpisah Sungai Mentaya.

“Meski dekat dengan kota, akan tetapi pembangunan, khususnya pembangunan di sektor perikanan masih minim. Hal ini dikarenakan untuk mencapai lokasi tersebut masih menggunakan feri penyeberangan. Padahal masyarakat di Seranau ini cukup antusias untuk mengembangkan usaha perikanan. Ini terlihat pada masyarakatnya yang sudah mempunyai usaha budi daya ikan di kolam terpal dan kolam tanah. Bahkan ikan hasil panen ada yang dijual dan ada yang dimakan sendiri,” paparnya.

Selain budi daya ikan, sebagian masyarakatnya juga tinggal di pinggiran sungai dan bekerja sebagai nelayan. Sementara ibu-ibunya yang tergabung dalam poklahsar saat ini ada yang mengolah ikan menjadi kerupuk dan olahan lainnya.

“Kegiatan ini yang hadir adalah kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) dan kelompok usaha penangkapan ikan (KUB perikanan) serta kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan (poklahsar). Mereka yang hadir ini berasal dari Desa Ganefo, Terantang Hilir, Terantang, dan Kelurahan Mentaya Seberang. Bahkan hadir camat Seranau, sekretaris, kepala balai penyuluh pertanian serta nara sumber lainnya,” ungkapnya.

heriyanto menambahkan, dengan sosialisasi yang dilakukan di Kecamatan Seranau dan juga kegiatan terakhir khususnya dalam memberikan pendampingan dan sosialisasi tentang budi daya ikan diharapkan kelompok ini dapat lebih mandiri lagi dalam mengelola ikan atau membudidaya ikan.

“Saya berharap, apa yang sudah diberikan petugas dari Dinas Perikanan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan. Hal ini dimaksudkan agar stok ikan di Kotim ini tidak kekurangan. Juga dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi warga, terutama dalam mengonsumsi ikan,” pungkasnya. (sog)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!