Mahalnya Harga LPG Masih Menjadi Keluhan

  faktakalimantan.co.id - KASONGAN – Hingga kini,sebagian besar masyarakat Katingan masih mengeluhkan mahalnya harga Gas Liquefied Petroleum (LPG

Jaga Kebersamaan Bangun Daerah Lewat Silahturahmi
Pendidikan Politik Penting Bagi Generasi Muda
Katingan Komitmen Menuju Kabupaten Layak Anak

DIKELUHKAN MASYARAKAT : Muhammad Efendi S.Hut meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait turun lapangan menelusuri penyebab mahalnya harga LPG tiga kilogram.

 

faktakalimantan.co.id – KASONGAN – Hingga kini,sebagian besar masyarakat Katingan masih mengeluhkan mahalnya harga Gas Liquefied Petroleum (LPG) bersubsidi isi tiga kilogram. “Seperti di Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah harganya sempat mencapai Rp40 ribu lebih per tabung,” Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Muhammad Efendi S.Hut, Selasa (1/1/2019).

 

Padahal menurutnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Katingan Nomor 60 tahun 2018, hanya Rp20 ribu saja per tabung.

 

“Oleh karena itu, saya berharap pada pemerintah daerah melalui dinas terkait, agar berusaha untuk mencari tahu penyebab serta bagaimana solusinya,” kata anggota dewan asal daerah pemilihan (dapil) Katingan III yang meliputi wilayah Kecamatan Katingan Tengah hingga Bukit Raya ini.

 

Maksud Fendi, dinas yang bersangkutan jangan membiarkan para pedagang menjual LPG bersubsidi ini sekehendaknya saja. Tapi, harus turun ke lapangan atau melakukan survei, baik di toko-toko, warung maupun di beberapa pedagang yang menjual LPG tersebut.

 

“Hendkanya jangan dibiarkan saja, kasih masyarakat kita. Jangan sampai penjualkan LPG ini tidak sesuai HET yang sudah ditetapkan,” imbuh Politisi Partai Golkar ini.

 

Fendi juga menekankan kepada Pemkab Katingan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian setempat agar mencari tahu penyebab semakin melambungnya harga LPG di Bumi Penyang Hinje Simpei ini.

 

“Pasalnya, itu sangat berdampak terhadap menurunnya perekonomian di Kabupaten Katinghan ini,” katanya.

 

Terkait dengan HET LPG yang sudah menjadi ketetapan bersama tersebut, dirinya berharap kepada Bupati mengingatkan pula kepada dinas maupun instansi terkait agar bisa menjalankan SK tentang HET LPG Bersubsidi isi tiga kilogram tersebut.

 

“Kalau perlu, butiran SK ditambah lagi dengan sanksi-sanksinya bagi yang tidak mentaatinya,” sarannya.

 

Sekedar diketahui, HET LPG isi tiga kilogram sebagaimana SK Bupati Nomor 60 tahun 2018, diantaranya untuk di Kecamatan Katingan Kuala ditetapkan sekitar Rp24 ribu  per tabung dan Mendawai Rp23 ribu. Kemudian kecamatan Kamipang Rp20.500 per tabung, Tasik Payawan Rp17.500, Pulau Malan Rp18.750, Katingan Tengah Rp20 ribu, Sanaman Mantikei Rp21 ribu, Marikit Rp25 ribu, Petak Malai Rp24 ribu, Katingan Hulu Rp28 ribu, dan Kecamatan Bukit Raya Rp33 ribu  per tabung. (sog)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!