Sakit Tak Kunjung Sembuh, Bos Sapi Pilih Bunuh Diri

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID,PALANGKA RAYA – Diduga depresi lantaran tidak kunjung sembuh, Sugimin (55) warga Jalan Sidomulyo, Kelurahan Tahai, Kecamatan Buk

Giliran H Mulyar Laporkan Uang Mahar Partai Ke Bawaslu Mura
Ini Pentingnya Program Pemberdayaan Masyarakat Desa
Ampera A.Y Mebas Genap Berusia 53 Tahun, Wabup Bartim Ucapkan Ini

FAKTAKALIMANTAN.CO.ID,PALANGKA RAYA – Diduga depresi lantaran tidak kunjung sembuh, Sugimin (55) warga Jalan Sidomulyo, Kelurahan Tahai, Kecamatan Bukit Batu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Almarhum pertama kali ditemukan oleh menantunya di kandang sapi dekat rumah sudah tergantung tidak bernyawa sekitar pukul 02.00 WIB.

Kejadian ini sontak membuat pihak keluarga bertanya-tanya, apa sebenarnya penyebab utama alamarhum sampai gantung diri. Padahal berdasarkan pengakuan salah seorang keponakan korban bernama Ika, dari segi ekonomi, alamarhum terbilang mampu karena memiliki usaha jual sapi untuk acara nikahan maupun hari besar keagamaan.

“Almarhum ini taat beribadah. Di kampung juga terkenal sebagai juragan sapi karena ternaknya banyak. Tapi alamarhum selama ini mengidap penyakit, tidak bisa sembuh,” ujarnya, Sabtu (7/7/2018).
Terpisah, salah seorang psikolog, Cila mengemukakan, kasus gantung diri di Kota Palangka Raya dalam beberapa minggu ini meningkat. Hal ini menurutnya karena korban kecenderungan membaca media, sehingga terinspirasi ingin mengakhiri hidup dengan cara singkat.

“Dugaan karena faktor ekonomi dan depresi, sehingga kebetulan si korban juga membaca berita atau informasi tentang gantung diri sebelumnya, sehinga terlintas dibenak si korban juga ingin melakukan hal serupa,” katanya. Seperti diketahui, kasus Sugimin ini menambah daftar gantung diri berjumlah lima orang dari bulan Februari hingga awal April 2018. (ina)

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0