Diduga Korban Pembunuhan, Bayi Tewas Mengapung Dua Hari

FAKTAKALIMANTAN.COM,PALANGKA RAYA- Sosok bayi malang yang hebohkan warga RT 02, RW XXV, Gang Nelayan I, Kompleks Rindang Banua, Minggu (1/4/2018) seki

Gunakan Anggaran, Pemerintah Desa Dituntut Transparan
Prediksi Puncak Covid-19 Terjadi April 2020
Wendy S Loentan: Falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat Mampu Atasi Konflik di Bumi Tambun Bungai

FAKTAKALIMANTAN.COM,PALANGKA RAYA- Sosok bayi malang yang hebohkan warga RT 02, RW XXV, Gang Nelayan I, Kompleks Rindang Banua, Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 12.00 WIB karena ditemukan mengapung di bawah rumah di bantaran Sungai Kahayan dengan kondisi membusuk.

Berdasarkan informasi diperoleh, jasad bayi berjenis kelamin laki-laki itu sempat dikira boneka. Pertama kali ditemukan oleh Imis, merupakan warga sekitar.

“Setelah dilakukan pengecekan, ternyata jasad bayi. Masih ada ari-ari dan tali pusarnya. Baunya sudah nggak sedap. Penemuan ini dilaporkan ke Polsek Pahandut,” ucapnya kepada sejumlah wartawan.

Secara terpisah, petugas Forensik RSUD dr Doris Silvanus menemukan dugaan tanda kekerasan di wajah bayi yang diduga tewas dua hari itu.

Menurut penuturan Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Ricka Brillianty, kondisi mayat telah mengalami pembusukan dan lahir cukup bulan dengan panjang 40,5 centimeter.

Ia mengakui, berdasaran hasil visum pihaknya, kuat dugaan korban pembunuhan lantaran ditemukan luka memar di mulut dan hidung.

“Ini bisa dijelaskan berdasarkan warna kulit. Sementara hasilnya seperti itu, ada yang melakukan pembekapan di wajah sehingga membiru,” katanya.

Sementara, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar belum bisa memastikan pelaku berasal dari sekitar lokasi. Ia menambahkan, akan melakukan penyelidikan dengan melihat kondisi sungai dalam beberapa hari belakangan.

“Bisa saja dari tempat lain, terbawa arus sungai yang deras hingga ditemukan di daerah Rindang Banua. Ini juga belum pasti. Jika sudah tahu dugaan asalnya, memudahkan untuk pengungkapan,” ujarnya. (ina)

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!