Kapolres Ancam Pecat Anggota Berpolitik Praktis

KASONGAN ,GK- Kapolres Katingan AKBP Ivan Adhityas Nugraha berpesan, agar seluruh anggotanya tidak terlibat politik praktis jelang Pilbup Katingan per

Sebanyak 24 Desa di Bartim Ini Masuk Status Tertinggal
Pengemudi Jasa Angkutan Terdampak Covid-19 Bakal Terima Bantuan
Tim Gugus Covid-19 Kahut Dapati Warga Tak Patuhi Prokes

KASONGAN ,GK- Kapolres Katingan AKBP Ivan Adhityas Nugraha berpesan, agar seluruh anggotanya tidak terlibat politik praktis jelang Pilbup Katingan periode 2018-2023. Jika benar terbukti, maka aparat bersangkutan diancam sanksi terberat berupa pencopot pemecatan sebagai anggota Polri.

“Saya sudah berulang kali mengingatkan dan setiap apel pagi juga selalu dibacakan ikrar netralitas anggota Polri. Harapannya agar semua anggota selalu bersikap netral atau independen, jangan sampai sekali-kali terjun dan terlibat dalam urusan politik,” ungkapnya, belum lama ini.

Peringatan serupa juga berlaku bagi semua anggota di tiap Polsek se Kabupaten Katingan. Menurutnya, anggota Polri harus bebas terhadap berbagai macam bentuk kegiatan politik praktis, baik mendukung maupun mengarahkan masyarakat kepada salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Katingan.

“Pokoknya segala macam urusan atau kegiatan politik praktis, anggota Polri harus bersih dari itu semua. Inilah bentuk netralitas uang harus dijunjung tinggi semua anggota kita,” tegasnya.

Menurutnya, peran kepolisian dalam Pilkada Katingan sebatas mengamankan serta mengawal semua tahapan agar jalannya hajatan demokrasi tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar hingga hari pelantikan pasangan calon terpilih nantinya.

“Siapapun yang terpilih adalah pemimpin yang terbaik, karena memang itulah pilihan mayoritas masyarakat kita,” jelasnya.

Kapolres menegaskan, setiap bentuk pelanggaran netralitas anggota kepolisian bakal diusut secara tuntas tanpa pandang bulu. Artinya, jika yang bersangkutan terbukti benar melakukan pelanggaran maka bakal mendapat sanksi tegas.

“Karena kita sudah punya aturan dan SOP tersendiri, jika ada anggota yang diduga terlibat maka akan dilidik betul sejauh mana keterlibatannya itu. Kalau pun benar, maka sanksi terburuknya bisa sampai pemecatan menjadi anggota Polri,” tegasnya. (BS)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!