Dua Revitalisasi Pasar di Palangka Raya Segera Berfungsi

PALANGKA RAYA,GK-Pembangunan atau revitalisasi terhadap dua pasar tradisional di Kota Palangka Raya yang menggunakan anggaran pendapatan belanja negar

Jaga Keasrian Lingkungan dengan Penghijauan
Peringati Hari Juang Kartika, Korem 102 Siapkan Kegiatan Bedah Rumah
500 Personel Amankan Rekonstruksi Pembakar Fasilitas Sekolah

PALANGKA RAYA,GK-Pembangunan atau revitalisasi terhadap dua pasar tradisional di Kota Palangka Raya yang menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), telah selesai di kerjakan. Bahkan kedua pasar tersebut bersama dengan pasar tradisonal lainnya di seluruh Indonesia yang masuk pada program revitalisasi, bakal diresmikan secara simbolis oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat ini.
“Pembangunan dari program revitalisasi dua pasar tradisonal di Kota Palangka Raya, yakni pasar tradisonal di daerah Tangkiling Kecamatan Bukit Batu dan dan tradisonal Kalampangan Kecamatan Sebangau akan diresmikan secara simbolis saja bersama pasar tradisonal lainnya di Indoensia oleh Presiden. Belum ada informasi pasar mana di Indoensia yang akan dilakukan peresmian secara simbolis,”ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban, Jumat (2/3).
Aratuni menjelaskan, untuk kedua pasar yang dibangun melalui program revitalisasi di Kota Palangka Raya ini telah selesai di akhir tahun 2017 lalu, sehingga posisinya sekarang siap untuk dioperasikan dan dibuka bagi para pedagang yang ingin menggunakannya berjualan.
“Ya, saat ini kita sambil menunggu dari pusat terkait peresmian itu, sehingga siap untuk dioperasikan,”katanya lagi.
Disebutkan Aratuni , untuk jumlah blok dan lapak dari masing-masing kedua revitalisasi pasar tersebut sekitar 146 buah, dengan luas yang tidak begitu besar hanya 2×3 meter saja untuk satu blok, dan itu nantinya tidak boleh direnovasi oleh pedagang.
“Kalau tidak salah sekitar itu lah jumlah bloknya, kalau ada perbedaan jumlah bloknya, mungkin hanya sediki saja selisihnya,”sebutnya.
Disampaikan Aratuni, bagi blok-blok sudah dibangun itu nantinya yang dominan untuk menempati adalah pedagang-pedagang lama, namun bila masih banyak blok yang tersedia dapat diisi oleh pedagang lainnya.
“kita prioritaskan mereka pedagang yang lama-lama dulu, kalaupun ada yang baru dilihat dengan jumlah blok dan lapak yang ada, “tegasnya lagi
Aratuni menerangkan, dengan adanya revitaisasi pasar tradional yang ada di Kota Palangka Raya ini tentu akan ikut membantu serta menyokong ekonomi kerakyaratan suatu daerah. Hal tersebut juga sejalan dengan program pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat.
“Ya kita berharap agar keberadaan dua pasar tradisional ini dapat digunakan dengan baik bagi para pedagang yang ada. Selain itu geliat perekonomian secara tidak langsung akan dirasakan secara merata,”pungkasnya.VS

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!