Paslon Berebut Mitos Nomor Urut

KASONGAN,GK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Katingan telah melaksanakan pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Katingan,

Aktivitas Angkutan PBS Dihentikan Hingga Perbaikan Jalan Selesai
Peduli Kesehatan Masyarakat, PT. TAM Salurkan Bantuan
Gubernur Sugianto Salurkan Paket Sembako Bantu Korban Banjir

KASONGAN,GK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Katingan telah melaksanakan pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Katingan, Selasa (13/2).

Masing-masing pasangan calon lantas mengutak-atik makna dibalik nomor urut yang didapat untuk kemudian dikreasikan sedemikian rupa agar memberikan keuntungan saat berkampanye.

Di Katingan, nomor urut satu jatuh ke tangan pasangan Sakariyas – Sunardi Litang yang diusung PDI Perjuangan dan PKP. Sedangkan nomor dua milik pasangan perseorangan H Fahmi Fauzi – Maspek J. Garang. Pasangan nomor urut tiga direngkuh H Surya – Winda Natalia yang diusung Partai Golkar dan Nasdem. Sedangkan pasangan H Ade Supriadi – Ali Sameon Anom dan H Wiwin Susanto – Elman D. Dangan masing-masing mendapatkan nomor urut ke empat dan lima.

Secara umum, kelima pasangan tersebut sebenarnya menginginkan nomor urut satu. Mitosnya, perebutan nomor tersebut bukan tanpa alasan, karena angka satu identik dengan kemenangan atau keunggulan. Bagi pasangan yang gagal mendapatkan nomor mitos itu, mereka lantas mengkreasikan jari sedemikian rupa untuk dijadikan identitas nomor kampanye kepada masyarakat nanti.

Calon Bupati Katingan jalur perseorangan H Fahmi Fauzi menuturkan, mendapatkan nomor urut dua dalam kontestasi Pilbup Katingan merupakan suatu anugeraha baginya. Mantan anggota DPRD Katingan ini percaya bahwa angka dua bakal membantunya memenangi kompetisi politik di daerahnya ke depan.

“Dua adalah angka kemenangan bagi saya. Hal itu dibuktikan dengan kemenangan dua Pilkada Katingan sebelumnya yang selalu saya dukung. Saya yakin pemenang Pilkada nanti berasal dari nomor urut dua,” ungkapnya, Selasa (13/2).

Di sisi lain, dirinya kemudian menghubung-hubungkan mitos nomor urut dua dengan kemenangan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla dan pasangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

“Intinya angka dua akan membawa hoki bagi pasangan H Fahmi Fauzi dan Maspek J. Garang, saya yakin itu. Jadi kalau angka satu dihubungkan dengan kemenangan, saya rasa itu pemikiran yang keliru,” bebernya.

Sementara itu, tim sukses pasangan calon Sakariyas dan Sunardi Litang (SanDi) menyambut semarak didapatnya nomor urut satu. Mereka yakin angka satu bakal membawa pasangan tersebut meraih perolehan suara tertinggi.

“Dimana-mana kalau angka satu itu adalah unggul. Saya yakin semua pasangan calon lain juga mengincar nomor yang sama. Padahal kami mendapat giliran terakhir mencabut nomor, karena sudah berjodoh akhirnya nomor satu kami yang punya,” ujar Ketua Tim Kampanye SanDi, Leda Al Muqsith.

Berdasarkan pantauan wartawan, semua pasangan dan tim pemenangan menerima semua keputusan tersebut. Proses pencabutan dan penetapan nomor urut saat itu berlangsung aman dan kondusif. Di semua sisi gedung tempat kegiatan dijaga ketat aparat keamanan, baik TNI maupun Polri.

Untuk diketahui, pengambilan nomor antrian berdasarkan urutan pendaftaran ke KPU Katingan sebelumnya, yakni diawali dengan pencabutan oleh perwakilan atau ketua tim pemenangan pasangan calon H Surya – Winda Natalia, H. Ade Supriadi – Ali Sameon Anom, Fahmi Fauzi – Maspek J Garang, H. Wiwin Susanto – Elman D Dangan, dan Sakariyas – Sunardi. (BS)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!