Dewan Tuntut Keterisolasian Wilayah Utara Dituntaskan

KASONGAN,GK - Sejauh ini terdapat dua wilayah di bagian utara Kabupaten Katingan yang terisolasi lantaran belum terkoneksi jalan, yakni Kecamatan Buki

Berikut Struktur Rancangan Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun 2023
3 Komisi DPRD Katingan Kunker Luar Daerah
Jamaah Masjid Nurul Iman Terus Bagikan Makanan Selama Musibah Banjir

KASONGAN,GK – Sejauh ini terdapat dua wilayah di bagian utara Kabupaten Katingan yang terisolasi lantaran belum terkoneksi jalan, yakni Kecamatan Bukit Raya dan Katingan Hulu. Sedangkan Kecamatan Marikit dan Petak Malai sudah terhubung, meskipun harus memanfaatkan akses jalan milik perusahaan kayu yang cukup berbahaya.

Anggota DPRD Katingan Yanel mengatakan, sejak menjadi wakil rakyat dirinya selalu memperjuangkan serta menuntut pemerintah daerah untuk segera menuntaskan persoalan keterisolasi Kecamatan Katingan Hulu dan Bukit Raya.

“Berbagai macam kebutuhan masyarakat di dua kecamatan itu harus dipenuhi dan dituntaskan oleh pemerintah daerah. Sehingga tidak ada lagi wilayah yang masuk dalam status terisolir atau tertinggal,” ‎ungkapnya, Rabu (7/2).

Politikus Partai Gerindra itu menyebutkan, hal yang perlu dituntaskan di dua wilayah kecamatan tersebut, yakni pembangunan jalan darat dan jembatan, sarana dan prasarana kelistrikan, pendidikan, kesehatan, telekomunikasi hingga air bersih.

“Saya meminta pemerintah daerah secara bertahap merealisasikan penuntasan masalah ketertinggalan atau keterisolasian. Ini baru berbicara wilayah Utara, sedangkan hal serupa juga masih terjadi di wilayah Selatan seperti Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala,” sebutnya.

Sekretaris Komisi I yang membidangi kesejahteraan rakyat, hukum, dan pemerintahan menuturkan, dirinya sangat memahami kesulitan keuangan yang sedang membelenggu Pemda Katingan saat ini. Kendati demikian, usulan prioritas daerah itu juga harus diakomodasi.

“Berhubungan kemampuan keuangan daerah memang sedang sulit, setidaknya setiap tahun ada progres terhadap berbagai pembangunan tersebut,” tegasnya.

Dirinya berharap, semoga ke depan masih ada pejabat daerah maupun wakil rakyat yang serius menuntaskan keterisolasian wilayah tersebut. Menurutnya, diperlukan kerja sama dan sinergisitas semua pihak terkait dalam mewujudkan keinginan itu.

“Saya masih percaya masih ada tokoh – tokoh Katingan yang mampu mengatasi masalah itu. Di akhir masa jabatan selaku anggota dewan, saya akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat itu,” janjinya.

Loksan (34) warga Desa Tumbang Kajamei, Kecamatan Bukit Raya menuturkan, sekitar dua bulan terakhir wilayah Kecamatan Marikit dan Katingan Hulu sudah terkoneksi jalan darat. Meskipun dinilai belum layak untuk dilalui kendaraan, namun keberadaan jalan itu disambut positif masyarakat.

“Saya kurang tahu panjang jalannya berapa kilometer, yang jelas lebih efektif dibanding menggunakan jasa angkutan kelotok. Biasanya dari Desa Tumbang Hiran, Kecamatan Marikit menuju Desa Tumbang Sanamang, Kecamatan Katingan Hulu butuh tiga jam, tapi kalau lewat jalan darat cuma satu jam lebih saja,” bebernya

Menurutnya, saat ini di Desa Tumbang Sanamang sudah banyak dimasuki berbagai kendaraan roda empat. Warga mulai memanfaatkan kendaraannya untuk menyediakan jasa angkutan barang dan massa.

“Informasinya kalau dari Tumbang Sanamang sampai ke Kota Palangka Raya biayanya sekitar Rp 250 ribu per penumpang. Sementara hanya mobil yang bisa lewat, itupun kalau tidak sedang musim hujan. Sebab jalannya sangat licin karena belum dilakukan pengerasan,” pungkasnya. (BS)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!