Disdik Kota Mulai Proses Lelang Proyek Gedung Sekolah Yang Dibakar

PALANGKA RAYA,GK - Kepala Bidang Pendidikan Seklah Dasar (Kabid SD) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Esra, mengatakan saat ini prose

Kesadaran Masyarakat Minim, Vaksinasi Rabies Terkendala
Ketua DPRD Dukung Penertiban Alat Peraga Kampanye
Sugianto Sabran Ajak Warga Kalteng Sukseskan Coklit Data Pemilih 

PALANGKA RAYA,GK – Kepala Bidang Pendidikan Seklah Dasar (Kabid SD) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Esra, mengatakan saat ini proses perencanaan lelang proyek pembangunan sejumlah gedung sekolah dasar negeri yang dibakar sekelompok orang sepanjang Juli 2017 tahun lalu, tengah dilakukan.
Menurut Esra, mulai dari proses perencanaan maupun proses lelang sampai dengan pembangunan sekolah tersebut nantinya akan melibatkan pihak Kejaksaan untuk melakukan pendampingan.
“Kenapa ada pendampingan dari para jaksa atau Tim Pengawal dan Pengaman Proyek Pemerintah Daerah (TP4D), karena kita ketahui pembangunan sekolah-sekolah tersebut erat kaitannya dengan kasus hukum. Saat ini pihak TP4D selalu berkoordinasi terutama terhadap progres pembangunan mulai dari perencanaan, proses lelang hingga sampai dengan pembangunan nanti,’sebutnya.
Dikatakan Esra, pembangunan gedung-gedung SDN tersebut menggunakan anggaran dari APBD 2018, dengan seluruh pembangunan fisiknya mencapai Rp7 miliar.
Memang kata dia, ada tujuh sekolah yang dibakar menjadi bagian dari proyek pembangunan. Hanya saja untuk SDN 4 Langkai masih belum bisa dilakukan dalam pelaksanaan proyek pembangunannya, dengan pertimbangan alokasi anggaran. Disisi lain ada pertimbangan, bahwa untuk SDN 4 Langkai tidak mendesak, mengingat hanya dua ruang kelas yang terbakar. Disisi lain jumlah muridnya masih sedikit, sehingga masih bisa memanfaatkan ruang kelas yang masih ada tersedia.
“Namun tetap nantinya ruang SDN 4 Langkai tersebut akan menyusul untuk dibangun melalui anggaran berikutnya,”ujar Esra.
Disampaikan lebih lanjut, dalam pembangunan kembali sekolah-sekolah dasar yang dibakar tersebut, ada yang bersifat renovasi dan ada yang bersifat total, semuanya bergantung dari kondisi dan situasi seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan.
“Ya, secara fisik ada sekolah yang hanya dilanjutkan renovasi dan ada yang lebih mengarah pada pembangunan secara total. Ini nantinya mereka teknislah yang lebih tahu dilapangan,”terang Esra.
Ditambahkan Esra pembangunan sekolah-sekolah itu ditargetkan selesai sebelum tahun ajaran baru. Setidaknya kata dia pada bulan Juli 2018 para siswa dan guru dapat menempati kembali ruangan baru.
“Proses lelang proyek pembangunan sekolah ini dimulai di bulan Februari, setelah selesai maka dilanjutkan pembangunan. Ya, setidaknya dalam pembangunan maupun renovasi diperkirakan hanya memakan waktu selama tiga bulan saja. Intinya kami optimis pada Juli target pembangunan secara keseluruhan telah tuntas dan bisa digunakan kembali oleh peserta didik dan guru,’tutupnya.(hok)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!