Banjir di Tasik Payawan Berangsur Surut

KASONGAN,GK - Banjir hasil luapan Sungai Katingan yang sempat mengepung wilayah Kecamatan Tasik Payawan berangsur surut. Kendati demikian, masyarakat

Terisolasi, Mandau Talawang Dambakan Jalan Darat Sei Hanyo – Tumbang Bukoi
Terlait Korona Jelang MTQ Kalteng, Ini Permintaan Ketua DPRD Barsel
Kemandirian Kreratifitas dan Produktifitas Generasi Milenial Diapresiasi Legislator Kalteng

KASONGAN,GK – Banjir hasil luapan Sungai Katingan yang sempat mengepung wilayah Kecamatan Tasik Payawan berangsur surut. Kendati demikian, masyarakat diminta tetap waspada mengingat curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Camat Tasik Payawan Pimanto menuturkan, rata-rata topogtafi di wilayahnya dikenal cukup landai. Sehingga membuat luapan banjir bertahan cukup lama.

“Tiap tahun wilayah kita memang jadi langganan banjir dan berlangsung cukup lama. Tapi secara umum banjir kali ini tidak lebih parah dibanding 2017, karena tidak terlalu tinggi dan lama. Perkiraan saya, banjir saat ini sudah surut sekitar 20 sampai 30 centimeter,” ungkapnya, Kamis (18/1).

Menurutnya, banjir yang mulai melanda sejak empat hari terakhir tidak terlalu mengganggu pelayanan dasar pemerintah. Baik sekolah, kantor pemerintahan hingga pelayanan kesehatan masih menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Hampir semua rumah dan kantor di sini dibangun lebih tinggi dari jalan, jadi tidak sampai kebanjiran. Hanya ada beberapa rumah yang sempat tenggelam lantainya, tapi tidak sampai membuat mereka mengungsi,” imbuhnya.

Mantan camat Katingan Hilir ini menyebutkan, luapan banjir kali ini berdampak langsung terhadap akses jalan masyarakat. Pasalnya, hampir semua jalan dalam desa di kecamatan tersebut terendam banjir. Agar bisa beraktivitas di luar rumah, biasanya masyarakat memanfaatkan sampan.

“Masyarakat yang memiliki sepeda motor sementara memarkirkan kendaraannya secara massal di jalan yang cukup tinggi. Biasanya untuk jaga-jaga, kalau banjir tiba-tiba datang.
Selama ini aliran listrik PLN tetap menyala, terutama saat malam hari untuk membantu penerangan masyarakat,” katanya.

Dirinya mengimbau, agar masyarakatnya di delapan desa tetap mewaspadai datangnya banjir kiriman. Mengingat intensitas hujan akhir-akhir ini terus terjadi disebagian wilayah.

“Kalaupun di wilayah Hulu terjadi banjir yang cukup parah, biasanya butuh waktu satu sampai tiga hari untuk sampai ke wilayah kita. Informasi terkait banjir pasti disampaikan kepada kita, sehingga masih ada waktu agar masyarakat bersiap-siap menghadapi banjir,” jelasnya.

Camat Katingan Tengah Hariawan menuturkan, sejauh ini wilayahnya terpantau cukup aman dari terjangan musibah banjir. Meskipun dalam dua hari terakhir daerahnya mengalami hujan intensitas sedang, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap peningkatan debit air sungai.

“Belum ada laporan kebanjiran lagi, masih aman-aman saja sepertinya. Saya berharap jangan sampai banjir lagi, karena wilayah kita ini (Tumbang Samba, Red) merupakan persimpangan DAS Katingan dan Sungai Samba,” ujarnya. (BS)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!