Korem 102 Siap Dampingi Pengembangan Padi Organik 300.000 Ha

Palangka Raya , GK - Aparat TNI di Kalteng melalui Korem 102 Panju Panjung akan mengawal dan membina proses pengembangan padi organik 300 ribu hektar

PDAM Gumas Putus Paksa Ratusan Sambungan Air Bersih
Sugianto Sabran Minta Warga Dayak Ikut Sukseskan Program Food Estate
Cegah Covid-19, Pasar Besar Terapkan Dua Sistem Ini

Palangka Raya , GK – Aparat TNI di Kalteng melalui Korem 102 Panju Panjung akan mengawal dan membina proses pengembangan padi organik 300 ribu hektar di Kalimantan Tengah. Rencananya akan ada tiga daerah di Kalteng yang menjadi pusat pengembangan ini yakni Palangka Raya, Kapuas dan Pulang Pisau. Korem 102 siap dalam hal pembinaan dan pendampingan di sejumlah proses pengembangan.

Demikian disampaikan Danrem 102 Panju Panjung, Kolonel. Arm. Naudi Nurdika kepada sejumlah wartawan, Senin (02/01/2018)  terkait rencana Pemerintah atas pengembangan padi organik di Kalteng. Dijelaskan Danrem , pihaknya bersama Gubernur telah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian RI untuk segera menindak lanjuti rencana pengambangan padi organik di Kalteng. Korem 102 siap untuk mendukung gagasan ini, namun tidak melakukan pembukaan dan mencetak lahan seperti yang sudah selama ini. Korem 102 akan memberdayakan pengalaman pendampingan pertaniannya dalam hal edukasi  dan pembinaan.

“ Seperti dalam hal pemilihan bibit agar jangan memilih bibit lokal, penentuan pupuk organik dan pengawasan agar pupuk tidak dicampur. Sentra padi organik , jika dikelola dan diekspor dengan baik maka  akan menambah kesejahteraan bagi petani”, terangnya.

Danrem juga mendukung ide dan gagasan Pemerintah RI untuk mengembangkan pengembangan jagung yang diproyeksikan di Muara Teweh. Bersama Gubernur Kalteng, jajaran Korem 102 Panju Panjung siap mendayagunakan segala potensi yang ada untuk mendukung rencana ini.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendorong agar Kalimantan Tengah menjadi sentra produksi beras organik. Harga beras organik yang lebih tinggi dinilai dapat menguntungkan petani. Menteri Pertanian beranggapan, tidak ada alasan bagi Kalimantan Tengah miskin dan tertinggal karena memiliki sumberdaya alam yang melimpah. Amran berharap upaya penanaman 300.000 hektar padi organik akan menjadikan Kalimantan Tengah sebagai sentra produksi beras organik terbesar Indonesia bahkan di dunia. (krn/sog)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
error: Content is protected !!