DPR: Dewas BPJS-K Bergaji Besar tapi Kerjanya Loyo

Jakarta,GK – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyebut Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan kerjanya loyo dalam mengawasi mitra kerjanya, padahal

Mentan RI: “Food Estate di Kalteng Punya Konsep Masa Depan Secara Nasional”
Politisi Nasdem : KPI Diharapkan Jadi Wasit yang Adil Jelang Pilkada 2018
Jalan Terjal Revisi UU Otsus Papua

Jakarta,GK – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyebut Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan kerjanya loyo dalam mengawasi mitra kerjanya, padahal gajinya besar. Selain itu ego sektoral Dewas juga dinilai tinggi sehingga membuat regulasi yang dikeluarkan oleh dewas dan dirut, berbenturan.

“Dewas juga nih, gajinya besar tapi kerjaannya loyo,” ujar legislator NasDem ini saat rapat dengar pendapat dengan Dirut dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakejraan, di ruang Komisi IX, Nusantara I, Senayan, Rabu, (29/11/2017).

Irma menuturkan, dirinya tidak bermaksud mencari-cari kesalahan BPJS-KT. Tapi bila ada yang perlu diperbaiki itu berarti harus diperbaiki. Oleh sebab itu Irma menegaskan, seharusnya Dewas mengembangkan kinerjanya untuk memberikan informasi yang tegas kepada Komisi IX DPR.

“Tadi disampaikan ada 1,8% dari dana kelola menjadi biaya untuk direksi BPJS-TK, saya minta tolong Dewas ini beri info ke kami yang tegas,” ungkapnya.

“Kemudian seluruh perusahaan kan wajib mendaftarkan ke BPJS Tenaga Kerja. Nah, kalau mereka tuh gak daftar, seharusnya bapak ini melaporkan ke Menaker agar diberikan punishment,” ucapnya mengakhiri.(mcn/gk-sogi)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!