Rektorat Unpar Didesak Bijaki UKT

Rektor Universitas Palangka Raya Ferdinan SingaracaPALANGKA RAYA, GK -- Jumlah mahasiswa yang mengadu ke Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangk

Press Release : PDIP Masih Fokus Hadapi Covid-19
Tapal Batas Kelurahan di Palangka Raya “Ngambang”
Hindari Konten Berbau Pornografi
Rektor Universitas Palangka Raya Ferdinan Singaraca
PALANGKA RAYA, GK — Jumlah mahasiswa yang mengadu ke Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangka Raya (BEM Unpar) meningkat dua kali lipat dari angka sebelumnya. DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dan alumi mendesak rektorat untuk segera mengabil langkah bijak.

Jika sebelumnya BEM Unpar total menerima 529 aduan dari mahasiswa terkait tidakcocoknya penggolongan UKT pada Rabu (24/2/2016) lalu, angka itu kini mencapai ribuan. “Laporan dari teman-teman mahasiswa terus masuk dan belum sempat kita hitung. Mungkin sudah di atas seribu,” kata Presiden BEM Unpar Cenri di Palangka Raya, Senin (02/03/2016).

Bahkan berdasarkan pantauan wartawan, mahasiswa terus datang dari sejumlah fakultas yang ada ke BEM untuk mengisi form pengaduan dan permintaan yang disediakan. Permasalahan mereka hampir serupa yakni, tidaksesuainya antara golongan UKT dengan kemampuan finansial orang tua.

Ketua Komisi C Bidang Pendidikan DPRD Kalteng Syamsul Hadi mengatakan, sudah saatnya rektorat yang dihuni akademisi untuk mengambil langkah bijak. Karena jika dilihat jumlahnya yang sudah di atas angka 1.000 berarti ada kesalahan yang cukup besar dalam sistem penggolongan UKT. Dia berharap hal ini tak dibiarkan berlarut pasalnya akan menggangu proses pendidikan mahasiswa yang kuliah.

“Kita minta untuk Unpar untuk melakukan hal-hal yang bijak termasuk umpamanya ada kesalahan verifikasi dengan kondisi keluarga. Kalau Unpar kekurangan anggaran tentu itu bisa dikomunikasikan dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” kata Syamsul Hadi.

Mantan Presma Unpar 2007-2008 Freddy Simamora dimintai komentar mengatakan, rektorat harus segera dan tanpa ditunda menyerap aspirasi mahasiswa. Dia melihat kesalahan penggolongan ini sifatnya merata bukan lagi orang per orang. Artinya kata Freddy, ada situasi luar biasa yang harus segera diambil kebijakan orang-orang pintar di Unpar.

“Kalau dilihat sudah ribuan dan merata artinya ini sudah luar biasa. Unpar harus segera bereaksi dengan menyerap aspirasi mahasiswa,” kata Freddy Simamora melalui telepon. [SOG]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
error: Content is protected !!